Bekasi | tv1.co.id – Ngeri dan memilukan! Sebuah musibah besar terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20:52 WIB. Ratusan nyawa nyaris melayang dalam insiden tabrakan beruntun yang mengerikan!
Kejadian bermula saat KRL Commuter Line menabrak sebuah taksi di perlintasan Bulak Kapal. Akibat benturan keras tersebut, KRL terpaksa berhenti mendadak di tengah jalur. Evakuasi masih berjalan, posisi kereta masih menghalangi rel.
DAHSYAT! Kereta Eksekutif Melaju Kencang, Hantam KRL yang Berhenti
Namun naas, di saat yang bersamaan, Kereta Api Agro Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang.
Sangat terlambat! Rem tidak mampu menahan laju. BRAAK!!!
Kereta jarak jauh itu menabrak keras bagian belakang KRL tujuan Cikarang yang sedang diam. Akibatnya, Kepala KA Bromo Anggrek menembus masuk ke dalam gerbong belakang KRL!
Dan yang paling mengerikan, gerbong yang hancur lebur itu adalah GERBONG KHUSUS WANITA!
Kepanikan Massal! Penumpang Loncat Keluar Selamatkan Diri
Suasana seketika berubah menjadi neraka di dunia nyata. Kereta rusak parah, kaca berterbangan, dan struktur gerbong penyok hebat.
Ratusan penumpang panik luar biasa. Teriakan ketakutan terdengar di mana-mana. Mereka berdesakan keluar dari gerbong, bahkan ada yang terpaksa melompat turun ke rel demi menyelamatkan nyawa!
Banyak penumpang dilaporkan mengalami luka-luka akibat benturan dan injakan.
Rel Lumpuh Total, Kemacetan Mengular
Akibat kejadian luar biasa ini, operasional kereta api di seluruh lintas Bekasi Timur LUMPUH TOTAL. Tidak ada kereta yang bisa lewat baik arah Jakarta maupun Cikarang.
Jalan raya di perlintasan Bulak Kapal pun ikut amburadul, macet parah mengular tak berujung karena palang pintu perlintasan tertutup permanen.
KAI Minta Maaf, Investigasi Digelar Total
Pihak KAI Daop 1 Jakarta langsung mengerahkan tim besar untuk penanganan darurat. Manager Humas KAI Daop 1, Franoto Wibowo, mengakui kepanikan situasi ini.
“Kami memohon maaf atas insiden tabrakan beruntun ini. Saat ini kami sedang memaksimalkan evakuasi rangkaian dan penanganan korban,” ujar Franoto.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional segera kembali normal,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa dan luka-luka masih dihitung secara rinci. Seluruh doa dan harapan masyarakat tertuju agar tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
KAMI TUNGGU PENJELASAN TUNTAS! BAGAIMANA BISA TABRAKAN BERUNTUN INI TERJADI?
Laporan : Tim Investigasi tv1.co.id
