CILEUNGSI | Tv1.co.id – Topeng kebaikan akhirnya terbuka lebar. Sosok yang selama ini dikenal alim, memakai jabatan sebagai Ketua Yayasan Pendidikan SD/SMP dan aktif di kegiatan keagamaan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, justru terlibat skandal asmara yang sangat memalukan.
Fakta pilu ini diungkapkan langsung oleh korban wanita berinisial RN yang menceritakan kronologis perselingkuhan hingga perbuatan asusila tersebut dengan mata berlinang air mata.
Cerita Pilu RN: Salah Sambung Telepon, Diayomi Lalu Dizina
Berawal dari kesalahan teknis yang berujung petaka. RN mengaku awalnya hanya salah sambung saat menelepon temannya bernama Putri, namun nomor justru tersambung ke pria yang disapa “Aa” berinisial KHB.
“Mulanya saya salah sambung menghubungi si Aa’ itu. Tadinya saya mau hubungi temen saya Putri, tapi salah nyambung ke dia. Terus kita kenalan, karena bahasa si Aa’ itu seolah mengayomi, hati saya jadi tertarik dengan kata-katanya,” papar RN dengan suara terbata-bata.
Rayuan maut dan kata-kata manis yang seolah melindungi itulah yang membuat wanita ini terbuai. Singkat cerita, pria tersebut mengajak bertemu di kawasan Gadog, Cisarua.
“Diajak makan sambil ngobrol-ngobrol, terus diajak istirahat ke hotel. Sesampainya di kamar, aku malah ditinggal mandi sama si Aa’. Sesudah mandi kita lanjut ngobrol, terus di tengah obrolan dia minta ijin buat berhubungan,” ungkapnya.
Di saat itulah RN merasa bingung dan tidak nyaman, namun merasa tertekan dan tidak bisa menolak.
“Di situ saya mulai bingung dan ngga nyaman tapi bingung buat nolaknya. Tiba-tiba aku di peluk dan terjadi hubungan layaknya suami istri. Setelah kejadian itu saya merasa bersalah, takut, lalu buru-buru minta pulang,” tambahnya sambil menangis tersedu-sedu.
Fakta di Lapangan: Terjepit di Kamar Hotel
Berdasarkan pantauan tim investigasi tv1.co.id, kejadian naas itu terjadi pada tanggal 21 April 2026 sekitar pukul 14:09 WIB.
Keduanya terlihat masuk ke salah satu hotel di kawasan Puncak-Bogor. Mereka check out sekitar pukul 15:50 WIB.
Saat dilakukan door stop oleh awak media, sosok KHB yang merupakan Ketua Yayasan tersebut terlihat sangat kaget, panik, dan berusaha menutupi wajah. Saat ditanya soal hubungan mereka, pria tersebut hanya bisa terdiam, gelagapan, dan memilih menghindar tanpa bisa memberikan penjelasan apa pun.
Ironi: Pencitraan Suci vs Realita Kotor
Kasus ini sontak membuat publik gempar dan merasa dibohongi besar.
Bagaimana tidak, sosok KHB dikenal sebagai pemimpin lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi teladan, penjaga moral, dan panutan.
Fakta bahwa ia tega memanfaatkan kata-kata “mengayomi” untuk menjerat wanita lain demi nafsu bejat, sungguh sangat menjijikkan dan mencoreng wajah dunia pendidikan serta keagamaan.
“Selama ini pakai jubah kebaikan, ternyata di belakang layar berbuat zina. Memalukan!” ujar salah satu warga.
Keluarga Korban Syok, Pelaku Bungkam
Pihak keluarga RN mengaku sangat syok dan kecewa berat. Sebagai bentuk tanggung jawab, RN bahkan telah membuat surat pernyataan permintaan maaf resmi yang dibubuhi materai kepada masyarakat atas perbuatan tercela tersebut.
Berbeda dengan korban yang berani mengakui kesalahan, hingga berita ini diturunkan, KHB selaku pelaku maupun pihak Yayasan yang dipimpinnya sama sekali belum bersuara. Mereka memilih diam dan bersembunyi di balik tembok kebisuan.
Tuntutan Hukum
Masyarakat dan awak media berharap agar Aparat Penegak Hukum (APH) tidak tinggal diam. Kasus ini harus ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk dalam KUHP Baru, agar tercipta keadilan dan hukum tidak membeda-bedakan orang, baik dia pejabat, tokoh agama, maupun orang biasa.
Jangan biarkan pencitraan menutupi kebusukan!
(Laporan: Tim Investigasi tv1.co.id)
