Di Balik Sosok Legislator, Ir. H. Muaz HD MM Mewariskan Filosofi Mengabdi Tanpa Pamrih
Bogor – Bagi sebagian orang, nama Ir. H. Muaz HD MM mungkin identik dengan kursi legislatif di DPRD Kota Bogor. Namun bagi mereka yang pernah bekerja bersamanya, sosok tersebut lebih dari sekadar wakil rakyat. Ia adalah pendidik, pembina, sekaligus pribadi yang meyakini bahwa jabatan hanyalah alat untuk menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
Kepergian Muaz HD pada Kamis (11/6/2026) bukan hanya meninggalkan kekosongan di ruang parlemen, tetapi juga mengakhiri perjalanan panjang seorang tokoh yang konsisten memadukan nilai agama, ilmu pengetahuan, dan pelayanan publik dalam setiap langkahnya.
Lahir di Singaraja, Bali, pada 1 Januari 1960, Muaz tumbuh dengan semangat belajar yang kuat. Sejak remaja ia telah aktif dalam organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), tempat yang membentuk kepeduliannya terhadap dakwah dan pembinaan generasi muda.
Pilihan melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor menjadi titik penting dalam hidupnya. Di kampus itu, ia tidak hanya menorehkan prestasi sebagai lulusan terbaik Fakultas Pertanian tahun 1984, tetapi juga membangun keyakinan bahwa ilmu harus menjadi landasan setiap keputusan yang diambil.
Keyakinan tersebut terus ia bawa ketika menjalani karier sebagai akademisi, profesional, hingga akhirnya dipercaya masyarakat menjadi anggota DPRD Kota Bogor. Dalam setiap pembahasan kebijakan, Muaz dikenal lebih mengutamakan substansi daripada retorika. Ia percaya bahwa keputusan yang baik lahir dari kajian yang matang dan keberanian mendengar berbagai pandangan.
Mereka yang mengenalnya menyebut Muaz sebagai sosok yang tidak pernah kehilangan kesederhanaan meski memiliki pengalaman dan pendidikan yang luas. Di sela aktivitas sebagai legislator, ia tetap meluangkan waktu mengikuti kegiatan sosial, organisasi, dan dakwah, karena meyakini bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal batas ruang maupun jabatan.
Semangat belajarnya juga tidak pernah padam. Saat banyak orang memilih menikmati masa mapan, Muaz justru kembali ke bangku kuliah dan berhasil menyelesaikan Program Magister Ilmu Manajemen di Universitas Widyatama dengan predikat cumlaude sebagai lulusan terbaik pada 2023. Baginya, belajar adalah bentuk syukur sekaligus investasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
Di internal Partai Keadilan Sejahtera, ia dikenal sebagai kader yang lebih banyak bekerja daripada tampil di depan publik. Rekan-rekannya menilai Muaz selalu menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi, serta tidak pernah ragu membimbing kader-kader muda yang membutuhkan arahan.
Dalam kehidupan keluarga, ia membangun rumah tangga bersama Prof. Dr. Ir. Hj. Endar H. Nugrahani, MS, dengan menjadikan pendidikan, akhlak, dan kebersamaan sebagai fondasi utama. Nilai-nilai itu pula yang ia bawa ketika menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Kini, sosok tersebut telah berpulang. Namun jejaknya tidak berhenti di batu nisan atau catatan riwayat jabatan. Warisan terbesar Ir. H. Muaz HD MM justru terletak pada cara pandangnya tentang pengabdian: bahwa kekuasaan bukan tujuan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan ilmu, kejujuran, dan keberanian membela kepentingan masyarakat.
Di tengah dunia politik yang terus berubah, pesan itu tetap relevan. Muaz menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak harus menjadi yang paling lantang untuk didengar. Cukup dengan konsisten bekerja, menjaga integritas, dan hadir saat masyarakat membutuhkan, ia telah meninggalkan teladan yang akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.
Jurnalis: Romo Kefas :::


