Bogor | Tv1.co.id, – Polemik dugaan praktik pengalihan BBM subsidi yang menjadikan SPBU Kadumangu sebagai lokasi operasi kembali memanas. Rohman, salah satu operator yang dituding terlibat, akhirnya memberikan konfirmasi dan pembelaan diri, namun bukan lewat tatap muka, melainkan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.
Dalam pesan yang dikirimkannya, Rohman dengan tegas membantah seluruh pemberitaan yang menyebutkan lokasi kerjanya menjadi sarang penyelundupan solar subsidi. Ia mengaku dan menjamin bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pelanggaran aturan penyaluran BBM bersubsidi. Sebagai bukti dukung ucapannya, Rohman pun mengirimkan sepotong rekaman video.
“Ini bukti kami tidak salah langkah. Ada rekaman videonya, kami berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Tuduhan bahwa ada truk atau mobil box yang dikuras isinya itu tidak benar sama sekali,” tulis Rohman dalam pesan WhatsApp yang diterima awak media, Senin (1/6/2026).
Meski berani mengirimkan bukti video saat kejadian yang dianggapnya membersihkan nama baik, keberanian Rohman seketika hilang saat awak media meminta bukti yang lebih lengkap. Ketika diminta untuk menunjukkan rekaman CCTV secara utuh, khususnya rekaman-rekaman yang terekam jauh sebelum kejadian tersebut maupun rekaman di jam-jam operasional lainnya, Rohman sama sekali tidak merespons atau menampik permintaan itu. Ia sama sekali tidak berani dan enggan memperlihatkan rekaman CCTV sebelumnya yang justru sangat dibutuhkan untuk membuktikan apakah praktik ini berlangsung terus-menerus atau tidak.
Kebisuan dan penolakan tersirat itu justru menjadi celah besar yang makin menguatkan dugaan. Pasalnya, hasil investigasi mendalam yang dilakukan media membongkar fakta yang jauh lebih besar. Dugaan pelanggaran ternyata tidak hanya melibatkan mobil box yang menjadi sorotan awal. Di lokasi yang sama, rutin terlihat kendaraan-kendaraan pribadi bernilai mahal seperti Toyota Fortuner dan Toyota Innova yang datang untuk melakukan lansiran atau penyedotan solar subsidi dalam jumlah banyak ke wadah tambahan.
Bukan hanya itu, informasi yang diperoleh media sepekan sebelumnya juga mencatat adanya insiden di mana mobil box yang sama pernah mengalami tumpahan minyak solar di areal SPBU tersebut. Kejadian itu saat itu dianggap biasa, namun kini menjadi bukti kuat bahwa kendaraan tersebut memang membawa muatan berlebih, bukan sekadar mengisi bahan bakar kendaraan.
Rangkaian fakta: keberanian hanya menunjukkan video potongan, ketakutan memperlihatkan rekaman CCTV sebelumnya, adanya mobil mewah yang ikut menguras stok, hingga riwayat tumpahan minyak, semakin memperjelas indikasi kuat adanya keterlibatan oknum dari dalam SPBU. Kegiatan ini diduga bukan kebetulan, melainkan sudah diatur dan berjalan sistematis.
Publik pun kini semakin lantang mendesak aparat penegak hukum untuk secepatnya turun tangan. Penyidikan mendalam dan pemeriksaan menyeluruh mutlak dilakukan, guna mengungkap fakta di balik rekaman yang disembunyikan, serta memastikan siapa saja anggota SPBU yang terlibat dalam penjarahan hak rakyat ini.


