TANGERANG SELATAN, | Tv1.co.id, — Tabung-tabung gas LPG hasil penindakan di Cisauk sudah diamankan petugas. Garis polisi sudah terpasang. Lokasi sudah diketahui. Nama-nama pemain besarnya pun sudah ada di tangan pihak berwenang: Udin, Samsul, dan Bahar. Namun yang membuat masyarakat semakin bertanya-tanya: mengapa hingga saat ini tidak ada satu pun dari mereka yang diamankan? Semua masih bebas berkeliaran di tengah masyarakat, Rabu 21 Oktober 2026
Lebih mencengangkan lagi, informasi yang diterima awak media menyebutkan adanya sosok yang lebih bertanggung jawab di antara ketiganya — termasuk dugaan keterlibatan salah satu oknum aparat. Dan di atas segalanya, muncul satu nama yang diduga menjadi tameng/bammper: “Jery”.
⚠️ NAMA-NAMA SUDAH TERDOKUMEN, TAPI PELAKUNYA TAK DISENTUH
Ini bukan sekadar dugaan lagi. Barang bukti sudah ada di tangan polisi. Identitas para pelaku utama sudah terungkap. Namun anehnya, penindakan seakan berhenti di lokasi — tidak menyentuh siapa yang sebenarnya menjalankan bisnis haram ini.
Udin, Samsul, Bahar — ketiganya masih bebas. Bahkan informasi yang beredar menyebutkan salah satu di antaranya adalah oknum anggota yang seharusnya menegakkan hukum, bukan melanggarnya. Di atas mereka semua, ada satu nama yang kerap disebut sebagai tameng/bammper: Jery. Sosok yang konon menjadi garda depan di balik pergerakan jaringan ini dari Jasinga hingga Cisauk.
❓ PERTANYAAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI:
❌ Jika nama-namanya sudah diketahui, lokasinya sudah ditemukan, barang bukti sudah diamankan — mengapa para bos masih bebas beraktivitas seperti tidak terjadi apa-apa?
❌ Benarkah salah satu dari mereka adalah oknum aparat? Jika benar — siapa yang berani memeriksa sesamanya?
❌ Sosok misterius “Jery” yang disebut sebagai bammper utama? Mengapa namanya seakan tabu untuk ditelusuri?
❌ Di mana letak kendala penegakan hukum ini? Apakah prosesnya memang berjalan lambat, atau sengaja diperlambat agar para bos punya waktu untuk menyelamatkan diri?
❌ Di bawah komando Kapolri yang menegaskan perang terhadap kejahatan terorganisir — mengapa di lapangan justru terlihat sebaliknya: barang bukti diamankan, pelaku dibiarkan pergi begitu saja?
KAPOLRI DAN HARAPAN YANG TERHAMBAT
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Kapolri yang baru saja menjabat, telah menegaskan bahwa Polri harus bersih dari oknum dan tidak boleh menjadi tameng kejahatan. Namun di Cisauk, realita di lapangan seakan berjalan berlawanan arah.
Apakah ini sekadar kelalaian prosedur, atau memang ada kekuatan yang lebih besar yang menjaga mereka? Jika nama “Jery” benar-benar ada — apakah dia terlalu kuat untuk disentuh oleh aparat di wilayah Cisauk?
Masyarakat tidak menuntut keajaiban — hanya satu hal sederhana: Hukum berlaku sama untuk semua orang. Termasuk untuk Udin, Samsul, Bahar, dan siapa pun sosok “Jery” sebenarnya. Jika tidak, maka penggerebekan yang dilakukan hanyalah sandiwara — memindahkan barang bukti, membiarkan pelaku pergi, dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali beroperasi di tempat lain.
Kami akan terus memantau. Karena kebebasan para bos saat ini adalah tanda tanya terbesar bagi seluruh masyarakat Cisauk.
🗓 Tanggal: 21 Oktober 2026
📍 Lokasi: Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan
✍️ Iwan.


