Di Balik Keramaian CFD Bekasi, Tumbuh Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas untuk Meraih Dunia Kerja
KOTA BEKASI – Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Bekasi tidak hanya diwarnai aktivitas olahraga dan hiburan masyarakat. Di salah satu sudut kegiatan, tersampaikan pesan penting mengenai masa depan penyandang disabilitas yang berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk bekerja, berkarya, dan hidup mandiri.
Pesan tersebut mengemuka dalam kampanye yang digagas WAFCAI (Wheelchair Foundation Care Indonesia), sebuah komunitas relawan yang aktif mendampingi penyandang disabilitas. Kegiatan itu mendapat dukungan langsung dari Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir untuk berdialog dengan para peserta sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi mengenai akses terhadap dunia kerja.
Bagi Harris, membangun kota yang inklusif bukan hanya soal menghadirkan fasilitas publik yang mudah diakses, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki peluang yang sama untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuan dan kompetensinya.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki potensi yang besar apabila diberikan ruang untuk berkembang. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong lahirnya kebijakan yang membuka akses lebih luas terhadap pelatihan kerja, peningkatan keterampilan, hingga kesempatan bekerja di berbagai sektor.
Ia juga mengajak kalangan dunia usaha untuk melihat penyandang disabilitas sebagai sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan dedikasi, bukan semata-mata dari keterbatasan fisik yang dimiliki. Dengan kesempatan yang setara, mereka diyakini mampu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan maupun pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Harris memberikan apresiasi kepada para relawan WAFCAI yang selama ini konsisten melakukan pendampingan dan membangun kepercayaan diri penyandang disabilitas agar siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, gerakan yang dibangun komunitas menjadi contoh bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari kepedulian terhadap sesama.
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja juga terus memperluas berbagai program pemberdayaan, termasuk pelatihan vokasi dan pelaksanaan bursa kerja yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bertemu dengan perusahaan yang menerapkan sistem rekrutmen inklusif.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, hidup mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan. Semangat kesetaraan yang digaungkan dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesempatan berkarya adalah hak setiap warga negara tanpa terkecuali.
Jurnalis: Romo Kefas


