TANGERANG SELATAN, | Tv1.co.id, — Dini hari tadi, Polsek Cisauk melakukan penggerebekan di Kampung Cipete, Cibogo, Kecamatan Cisauk. Tabung-tabung gas LPG terlihat di lokasi yang dipasangi garis polisi. Namun di balik penindakan itu, terungkap fakta yang jauh lebih besar dan mengkhawatirkan — sekaligus ironi yang mempertanyakan komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut, Rabu 21 Oktober 2026.
TERBONGKAR: INI BUKAN KEJAHATAN BIASA, INI JARINGAN MAFIA
Sumber yang dapat dipercaya namun meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan hal yang mengejutkan:
“Ini bukan pemain baru, ini mafia besar. Dia pemain lama. Setiap kegiatannya selalu melibatkan preman-preman bayaran untuk melakukan pengamanan sekaligus pengancaman kepada siapa pun yang coba-coba mengusik.”
Lebih mencurigakan lagi, sumber menyebutkan pola perpindahan yang terencana:
“Dari Jasinga, Bogor, mereka pindah ke Kampung Cipete, Kecamatan Cisauk. Kalau lokasi penangkapan sekarang belum pasti, namun dapat dipastikan itu punya Bos Udin, ada tiga pemain besar Bahar udin dn samsul, namun semua beda beda tapi satu wilayah.”
Artinya: mereka bukan baru muncul. Sudah beroperasi di wilayah lain, pindah saat terdeteksi, dan kini berakar di Cisauk — lengkap dengan preman bayaran untuk membungkam warga.
AWAK MEDIA MINTA KETERANGAN, JAWABANNYA: “SAYA SIBUK LOMBA KEBERSIHAN”
Sebagai keberimbangan berita, awak media mmcnews.id menghubungi Kanit Reskrim Polsek Cisauk, IPTU Saipul Gapur, S.H. untuk konfirmasi:
“Benarkah penindakan tersebut? Di mana lokasi tepatnya? Berapa yang diamankan dan barang bukti apa yang disita?”
Namun jawaban yang diterima sungguh di luar dugaan:
“Saya sedang menyiapkan lomba kebersihan dan kunjungan, saya hanya mendapatkan laporan dari 110,” ucap Kanit Reskrim.
Saat ditanyakan kembali terkait detail penangkapan, jawabannya tetap:
“Saya monitor dari 110, mohon maaf.”
❓ PERTANYAAN YANG TIDAK BISA DIHINDARI:
❌ Jika warga sudah tahu siapa Bos Udin, dari mana dia datang, dan dia punya preman bayaran — mengapa Kanit Reskrim justru yang belum tahu? Atau belum mau tahu?
❌ Sejak kapan lomba kebersihan lebih penting daripada membongkar jaringan mafia yang berpindah-pindah dan mengancam warga?
❌ “Saya hanya monitor dari 110” — apakah ini jawaban resmi ketika jaringan kejahatan beroperasi di bawah hidung aparat? Siapa sebenarnya yang memimpin di lapangan?
❌ Mengapa mereka bisa lari dari Jasinga ke Cisauk tanpa ada pihak yang mendeteksi? Apakah ada yang sengaja memberi jalan?
❌ Apakah Bos Udin terlalu besar untuk disentuh, atau penindakan memang hanya dilakukan saat ada pemberitaan media?
⚠️ HUKUM TIDAK BOLEH HANYA SAAT SENDIRI, TAPI JUGA SAAT BERANI
Jika benar ini jaringan yang dilindungi preman, pindah-pindah wilayah, dan sudah berlangsung lama — maka yang sedang terjadi di Cisauk bukan sekadar pelanggaran ekonomi. Ini adalah keberhasilan kejahatan mengalahkan ketakutan warga dan kelambanan aparat.
Kami tidak meminta prioritas berlebihan — hanya satu hal dasar: Lakukan tugas utama sebelum tugas tambahan. Bongkar jaringan sebelum sibuk lomba. Tangkap pelaku sebelum mereka lari ke wilayah lain.
Awak media akan terus memantau. Karena kejahatan yang dibiarkan terbuka, pada akhirnya akan menutup mata kita semua.
🗓 Tanggal: 21 Oktober 2026
📍 Lokasi: Kampung Cipete, Cibogo, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan
✍️ Iwan Boring — tv1.co.id


