Surabaya – Di balik gemerlap industri kecantikan yang kerap dipenuhi janji instan, sebuah pendekatan berbeda justru hadir di Surabaya. Elizabeth Arden memilih jalur edukasi dan pengalaman nyata dalam memperkenalkan inovasi terbarunya kepada publik.
Bertempat di Jayanata Beauty Plaza, Selasa (28/4/2026), acara ini tidak hanya menjadi panggung peluncuran produk, tetapi juga ruang dialog tentang bagaimana kulit seharusnya dirawat dari akarnya—bukan sekadar dari permukaan.
Produk terbaru bertajuk Ceramide New Hyaluronic Acid + Peptides diperkenalkan sebagai jawaban atas kebutuhan kulit modern yang semakin kompleks. Paparan polusi, stres, hingga gaya hidup urban membuat skin barrier menjadi elemen penting yang tak lagi bisa diabaikan.
Yang menarik, acara ini tidak terjebak pada konsep promosi semata. Para tamu diajak memahami kondisi kulit mereka sendiri melalui sesi analisis langsung oleh tenaga profesional. Dari sana, muncul kesadaran bahwa setiap kulit memiliki kebutuhan yang unik.
Aktor sekaligus figur publik, Ferry Salim, turut hadir dan memberikan perspektif yang lebih personal. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam merawat diri, bukan hanya demi penampilan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap tubuh.
“Kalau kita mau tampil baik, kita harus mulai dari kebiasaan yang baik. Tidak ada hasil tanpa proses,” ujarnya santai namun penuh makna.
Sementara itu, dr. Amelia Gonta bersama Irene Panggabean mengupas sisi ilmiah di balik perawatan kulit. Mereka menyoroti bahwa ceramide bukan sekadar tren bahan aktif, melainkan komponen esensial yang membantu menjaga struktur dan ketahanan kulit.
Diskusi ini membuka wawasan bahwa kulit yang sehat bukan hasil instan dari satu produk, melainkan kombinasi dari perawatan yang tepat dan pemahaman yang benar.
Tak kalah menarik, suasana acara dikemas santai namun tetap elegan. Musik dari DJ, interaksi antar tamu, hingga berbagai aktivitas seperti photobooth tematik dan sesi edukasi membuat acara terasa lebih hidup dan dekat dengan keseharian.
Rukmini Triastuti, selaku Promotion Manager, menyebut bahwa konsep ini sengaja dihadirkan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap skincare.
“Kami ingin orang tidak hanya membeli produk, tetapi juga mengerti apa yang dibutuhkan kulit mereka,” ujarnya.
Dengan pengalaman lebih dari empat dekade di Indonesia, Elizabeth Arden menunjukkan bahwa relevansi sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh tren, tetapi oleh kemampuannya beradaptasi dengan kebutuhan konsumen yang semakin cerdas.
Melalui pendekatan ini, satu pesan menjadi jelas: merawat kulit bukan lagi soal mengikuti tren, melainkan tentang memahami diri sendiri—dan itu adalah langkah awal menuju kecantikan yang sesungguhnya.
Sumber: Aknex
Jurnalis: Romo Kefas
