Pascainsiden KA Bekasi Timur, Pemkot Percepat Penataan Perlintasan dan Skema Keselamatan
Bekasi — Kegiatan doa bersama yang digelar di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (05/05/2026) tidak hanya menjadi momen penghormatan bagi korban kecelakaan kereta, tetapi juga menandai percepatan langkah pemerintah dalam membenahi sistem keselamatan perlintasan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa fokus pemerintah kini tidak hanya pada penanganan korban, tetapi juga pada upaya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
Penanganan Korban Tetap Berjalan
Pemerintah Kota Bekasi memastikan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan, mendapatkan haknya secara layak. Santunan bagi ahli waris serta jaminan perawatan medis terus diproses sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah.
Pengetatan Pengamanan Perlintasan
Sebagai langkah awal, pengawasan di sejumlah perlintasan sebidang diperketat, terutama di titik-titik rawan seperti Bulak Kapal dan Ampera. Penjagaan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi kecelakaan.
Dorongan Modernisasi Sistem
Pemkot Bekasi menilai sistem penjagaan manual sudah tidak lagi memadai untuk kawasan dengan lalu lintas tinggi. Karena itu, rencana peralihan ke sistem pengamanan berbasis elektrikal mulai didorong sebagai solusi jangka menengah.
Peningkatan Kompetensi Petugas
Selain teknologi, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pemerintah berencana mengirim petugas untuk mengikuti pelatihan khusus agar memiliki standar kompetensi dalam mengelola perlintasan kereta.
Penutupan Akses Tidak Resmi
Perlintasan ilegal yang masih digunakan masyarakat akan ditertibkan. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko kecelakaan, meskipun warga harus menempuh jalur yang lebih jauh.
Rencana Infrastruktur Jangka Panjang
Sebagai solusi permanen, pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal kembali didorong. Proyek ini diharapkan mampu memisahkan arus kendaraan dan kereta, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Komitmen Berkelanjutan
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa pembenahan sistem keselamatan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait.
Doa bersama yang digelar menjadi pengingat bahwa setiap langkah perbaikan harus berujung pada satu tujuan: keselamatan masyarakat.
Jurnalis: Romo Kefas
Editor: Tim Redaksi
