Antrean Panjang dan Dugaan Percaloan Jadi Keluhan Warga, Samsat Bangkalan Diharapkan Berbenah
Bangkalan – Pelayanan administrasi kendaraan bermotor di Samsat Bangkalan kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai lamanya proses pengurusan serta dugaan masih adanya aktivitas perantara atau calo di lingkungan pelayanan tersebut.
Keluhan itu muncul dari masyarakat yang mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan satu pengurusan kendaraan. Di sisi lain, mereka mengaku melihat adanya pihak tertentu yang membawa banyak berkas dan dinilai dapat menyelesaikan proses lebih cepat.
Ahmad, warga Kecamatan Tanjung Bumi, menuturkan pengalamannya saat mengurus administrasi kendaraan di Samsat Bangkalan. Menurutnya, kondisi di lapangan memunculkan kesan adanya perlakuan yang berbeda antara masyarakat umum dengan pihak yang diduga bertindak sebagai perantara.
“Yang mengurus sendiri harus menunggu lama, sementara ada yang membawa banyak berkas terlihat lebih cepat. Situasi seperti ini membuat masyarakat bertanya-tanya,” katanya, Selasa (10/6/2026).
Selain persoalan waktu pelayanan, warga juga menyoroti dugaan adanya mekanisme tertentu yang dianggap lebih memudahkan pengurusan dokumen dalam jumlah besar, termasuk yang berkaitan dengan dealer maupun perusahaan. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa penyampaian dari masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sejumlah warga berharap pihak berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan guna memastikan seluruh pemohon memperoleh perlakuan yang sama sesuai prosedur yang berlaku. Transparansi proses dan pengawasan internal dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Media telah berusaha menghubungi Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan, guna meminta tanggapan atas berbagai keluhan yang berkembang. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang diberikan.
Konfirmasi juga telah diajukan kepada Kanit Regident Polres Bangkalan terkait dugaan percaloan maupun sistem pelayanan administrasi kendaraan. Sampai saat ini, belum diperoleh jawaban ataupun klarifikasi dari pihak terkait.
Belum adanya respons resmi membuat masyarakat berharap instansi terkait segera memberikan penjelasan agar berbagai informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi. Warga juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik percaloan apabila memang ditemukan pelanggaran di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat mengapresiasi apabila Samsat Bangkalan dapat terus melakukan pembenahan pelayanan melalui digitalisasi, penataan sistem antrean, serta peningkatan transparansi prosedur sehingga proses administrasi kendaraan dapat berlangsung lebih cepat, adil, dan akuntabel bagi seluruh pengguna layanan.
Jurnalis: Rifai :::


