Solar Subsidi Diduga Dijadikan “Bisnis Basah” di Camplong, Aparat Jangan Tutup Mata
SAMPANG — Dugaan permainan solar subsidi di SPBU 54.692.06 Camplong, Kabupaten Sampang, kembali menampar wajah pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Indonesia. Di saat masyarakat kecil harus antre demi mendapatkan solar untuk kebutuhan kerja dan usaha, jerigen-jerigen justru diduga bebas keluar masuk SPBU tanpa hambatan berarti.
Fenomena ini bukan lagi sekadar isu liar. Warga sekitar mengaku aktivitas pengisian solar subsidi menggunakan jerigen sudah berlangsung cukup lama dan terjadi hampir setiap hari, bahkan dari siang hingga malam.
Jerigen yang telah terisi disebut kemudian diangkut menggunakan kendaraan pick up menuju wilayah tertentu. Aktivitas tersebut berlangsung terang-terangan di area SPBU resmi, memunculkan pertanyaan serius: apakah pengawasan benar-benar berjalan, atau justru sengaja dibuat tumpul?
Ironisnya, BBM subsidi merupakan anggaran negara yang nilainya triliunan rupiah dan diperuntukkan membantu masyarakat kecil serta sektor produktif. Namun di lapangan, distribusinya justru kerap diduga menjadi ladang permainan kelompok tertentu yang mencari keuntungan dari selisih harga.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap hak rakyat kecil yang seharusnya menerima manfaat subsidi secara tepat sasaran.
Yang membuat publik semakin geram, muncul ucapan di lokasi yang menyebut aktivitas tersebut “aman”. Kalimat itu seperti sindiran telak terhadap aparat pengawas dan penegak hukum. Sebab mustahil aktivitas berskala besar berlangsung terus-menerus tanpa diketahui pihak terkait.
Publik pun mulai bertanya: apakah negara benar-benar hadir menjaga distribusi subsidi, atau kalah oleh praktik-praktik permainan BBM di lapangan?
Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, hingga aparat penegak hukum kini didesak untuk tidak sekadar diam menunggu kasus viral. Pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan, mulai dari pola distribusi, rekaman transaksi, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas pengisian jerigen tersebut.
Karena jika pembiaran terus terjadi, maka rakyat kecil akan terus menjadi korban. Subsidi yang seharusnya membantu ekonomi masyarakat justru berpotensi berubah menjadi “bisnis basah” yang menguntungkan segelintir pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 54.692.06 Camplong belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengisian solar subsidi menggunakan jerigen dalam jumlah besar tersebut.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya bergerak cepat saat sorotan publik memanas, tetapi benar-benar berani membongkar jika ada praktik penyalahgunaan subsidi yang selama ini diduga berlangsung terbuka.
(Rifai)


