CIMAHI, 17 Mei 2026 – Ibadah Minggu di GGP One Gospel Cimahi berlangsung penuh penghayatan dan penguatan rohani ketika Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Provinsi Jawa Barat, Pdt. Dr. Junit Sihombing, M.Th., hadir menyampaikan Firman Tuhan di tengah jemaat, Minggu pagi.
Ibadah yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dipenuhi suasana hangat dan penuh sukacita. Jemaat terlihat mengikuti pujian penyembahan dan pelayanan Firman Tuhan dengan penuh perhatian.
Kehadiran Pdt. Dr. Junit disambut langsung oleh Gembala Sidang GGP One Gospel Cimahi sekaligus Ketua Umum Sinode GGP, Pdt. Dicky Suwarta, M.Th., atau yang akrab dikenal sebagai Pdt. Dicky Yo.
Dalam khotbah bertema “Tuhan Tidak Pernah Terlambat Menolong Kita” yang diambil dari Yohanes 11:1-6, Pdt. Junit mengingatkan jemaat bahwa Tuhan tetap bekerja sekalipun manusia merasa doa belum dijawab atau jalan keluar belum terlihat.
Menurutnya, banyak orang percaya mulai kehilangan pengharapan ketika menghadapi pergumulan yang berkepanjangan. Namun justru dalam masa penantian itu Tuhan sedang membentuk iman seseorang.
“Tuhan tidak pernah terlambat. Yang sering terlambat adalah manusia memahami rencana Tuhan,” ujar Pdt. Junit dalam khotbahnya.
Ia menjelaskan bahwa kisah Lazarus menjadi pelajaran penting tentang iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Meski Maria dan Marta adalah orang yang dekat dengan Tuhan Yesus, mereka tetap mengalami pergumulan hidup.
Saat Lazarus sakit, Tuhan Yesus tidak langsung datang. Hal itu, menurut Pdt. Junit, menunjukkan bahwa Tuhan memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar jawaban instan atas persoalan manusia.
Dalam penyampaian Firman Tuhan, ia menekankan bahwa Tuhan ingin umat-Nya belajar mempermuliakan Tuhan di tengah kesulitan hidup dan tidak hanya bergantung pada kekuatan sendiri.
“Ketika manusia sudah tidak mampu mengandalkan dirinya sendiri, di situlah Tuhan mengajar kita untuk berserah penuh kepada-Nya,” katanya.
Ia juga mengutip Matius 8:13 tentang iman seorang perwira sebagai contoh kepercayaan penuh kepada kuasa Tuhan.
Ayat Firman Tuhan tersebut turut ditampilkan di layar altar gereja:
“Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.”
Menurut Pdt. Junit, percaya kepada Tuhan berarti tetap yakin sekalipun keadaan belum berubah dan jawaban doa belum terlihat.
Selain itu, ia mengingatkan jemaat untuk memiliki hati yang rendah dan tidak mudah menyalahkan Tuhan ketika menghadapi persoalan hidup.
Ia menyinggung perbedaan sikap Marta dan Maria saat menghadapi kematian Lazarus. Marta sempat mempertanyakan keterlambatan Tuhan Yesus, sementara Maria memilih duduk diam dan mendengarkan perkataan Tuhan.
“Saat menghadapi pergumulan, jangan biarkan hati dipenuhi kecewa. Tetaplah datang kepada Tuhan dengan sikap percaya dan berserah,” tegasnya.
Suasana ibadah berlangsung semakin khidmat ketika pujian penyembahan mengalun mengiringi pelayanan Firman Tuhan. Beberapa jemaat tampak larut dalam suasana doa dan penguatan rohani.
Di sela-sela ibadah, Pdt. Dicky Suwarta kepada awak media menyampaikan bahwa pesan Firman Tuhan yang dibawakan Pembimas Kristen Jawa Barat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurutnya, banyak orang sedang menghadapi tekanan hidup dan membutuhkan penguatan iman agar tidak kehilangan pengharapan.
“Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tetap percaya bahwa Tuhan bekerja tepat pada waktunya. Gereja harus menjadi tempat pengharapan dan pemulihan bagi banyak orang,” ujar Pdt. Dicky Yo.
Sebagai Ketua Umum Sinode GGP, ia juga menegaskan pentingnya gereja untuk terus menghadirkan kasih, damai, dan penguatan di tengah kehidupan masyarakat yang penuh tantangan.
Hingga berita ini dipublikasikan, rangkaian ibadah masih berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kekhidmatan.
Jurnalis: Romo Kefas


