KEPENGURUSAN BARU ARUAN JABODETABEK RESMI TERBENTUK, FOKUS PERKUAT IDENTITAS DAN SOLIDITAS ORGANISASI
JAKARTA, 30 April 2026 — Dinamika organisasi kekerabatan di wilayah Jabodetabek kembali menunjukkan geliatnya. Perkumpulan Keturunan Marga Aruan (Punguan Pomparan Puraja Aruan Dohot Boruna) kini resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026–2029 setelah melalui rangkaian proses pelantikan yang berlangsung tertib dan penuh makna.
Pengurus inti dilantik pada Sabtu, 25 April 2026 di Auditorium Prof. dr. W.H. Sibuea, Rumah Sakit Tebet, Jakarta. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi jajaran pengurus yang dipercaya membawa arah organisasi dalam tiga tahun ke depan.
Ketua Umum terpilih, Partogi Jayasa Putra Aruan, memimpin langsung prosesi tersebut sekaligus menegaskan bahwa kepengurusan kali ini diharapkan mampu memperkuat fondasi kebersamaan antaranggota. Peneguhan rohani oleh Pdt. Dr. Farel Sibuea, M.Th. turut melengkapi jalannya acara sebagai simbol integritas dan komitmen pelayanan.
Sebelumnya, pengesahan Badan Pengurus Harian telah dilaksanakan pada 19 April 2026 di Gedung KNPI Velodrome, Rawamangun. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para penasihat serta Natua-tua marga Aruan yang memberikan restu secara adat, disertai pelayanan rohani oleh Pdt. Jerry Aruan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat legitimasi kepengurusan baru.
Struktur kepengurusan inti yang terbentuk mencerminkan kombinasi pengalaman dan latar belakang profesional yang beragam. Partogi Jayasa Putra Aruan menjabat sebagai Ketua Umum, didampingi dr. Yesaya Baringin Aroean, Sp.B. sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi Sekretaris Umum diemban Dr. Reytman Aruan, S.H., M.Hum., bersama Wakil Sekretaris Manuntun Aruan, SE. Sementara bidang keuangan dipercayakan kepada Ridwan Sihombing sebagai Bendahara Umum dan Bonnur Br. Aruan sebagai Wakil Bendahara.
Dalam pernyataannya, Partogi menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan nilai-nilai adat di tengah perubahan zaman yang cepat. Ia menilai bahwa organisasi marga memiliki peran strategis dalam membangun identitas serta mempererat hubungan sosial di perantauan.
“Punguan ini harus tetap menjadi perekat yang kuat, bukan hanya secara emosional, tetapi juga dalam nilai dan prinsip yang kita pegang bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum dr. Yesaya menekankan perlunya penguatan sistem organisasi agar lebih adaptif. Ia menyebut bahwa pengelolaan yang transparan dan berbasis teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas kerja organisasi.
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu menghadirkan keseimbangan antara pelestarian nilai budaya dan peningkatan kualitas manajemen organisasi. Dengan demikian, Punguan Aruan di Jabodetabek dapat terus berkembang sebagai wadah yang relevan, solid, dan memberi dampak nyata bagi seluruh anggotanya.
(Sumber: Yusuf Mujiono)
(Jurnalis: Romo Kefas)
