Kolaborasi Bekasi–Wangneng Diperkuat, PSEL Diproyeksikan Jadi Tonggak Modernisasi Pengelolaan Sampah
HUZHOU, CHINA – Upaya Pemerintah Kota Bekasi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern memasuki babak baru. Dalam kunjungan kerja ke fasilitas milik Wangneng Environment Co., Ltd. di Huzhou, Provinsi Zhejiang, China, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) harus dibangun melalui kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas daerah.
Pertemuan yang berlangsung usai peninjauan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi itu dihadiri jajaran DPRD Kota Bekasi, perwakilan masyarakat Bantargebang, serta manajemen Wangneng Environment Co., Ltd. Agenda pembahasan difokuskan pada langkah-langkah persiapan pembangunan PSEL yang direncanakan menjadi salah satu solusi jangka panjang penanganan sampah di Kota Bekasi.
Dalam dialog tersebut, Tri Adhianto menekankan bahwa kerja sama internasional akan memiliki nilai strategis apabila mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi menginginkan keterlibatan tenaga kerja lokal sejak tahap pembangunan hingga operasional fasilitas.
Menurut Tri, proyek PSEL harus menjadi pintu masuk bagi lahirnya tenaga-tenaga profesional di bidang pengelolaan lingkungan dan energi. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak berhenti pada hadirnya infrastruktur baru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola teknologi modern secara mandiri.
Menanggapi hal tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Shan Chao, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan mekanisme pendampingan melalui tenaga ahli yang akan ditempatkan pada fase awal proyek. Kehadiran mereka bertujuan memastikan proses pembangunan dan pengoperasian berjalan sesuai standar teknis, sekaligus memberikan pelatihan intensif kepada tenaga kerja Indonesia.
Menurutnya, strategi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kemitraan jangka panjang. Setelah proses transfer teknologi selesai, pengelolaan operasional akan dilakukan oleh tenaga kerja lokal yang telah memiliki kompetensi sesuai standar perusahaan.
Bagi Pemerintah Kota Bekasi, pola kerja sama tersebut dinilai mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah. Selain memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan, proyek PSEL juga diharapkan menjadi pusat pengembangan kompetensi di bidang teknologi pengolahan limbah dan energi terbarukan.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berharap proses pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, keterbukaan, serta pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, mitra internasional, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga Kota Bekasi.
Jurnalis: Romo Kefas


