DEPOK | tv1.co.id – Sungguh keterlaluan! Di depan mata kepala sendiri dan tepat di hadapan Kantor Desa Tonjong, sebuah pasar malam beroperasi seenaknya dengan mencuri aliran listrik negara!
Bukan main-main, pencurian ini dilakukan secara terang-terangan, diduga dilindungi oknum, dan bahkan berani mencoba menyuap awak media!
KABEL LIAR MENGULAR! Bahaya Kebakaran Mengintai, Listrik Warga Sering Mati
Dari pantauan lapangan, terlihat jelas kabel-kabel besar menjuntai tak beraturan. Langsung disambung dari tiang listrik umum ke tenda pedagang tanpa meteran, tanpa standar, dan sangat berbahaya!
Ini bukan sekadar pelanggaran, ini potensi bencana! Risiko korsleting dan kebakaran sangat tinggi, ditambah aliran listrik warga sekitar jadi sering drop dan mati mendadak karena disedot secara paksa.
CANDRA AKUI PASANG SENDIRI! “Itu Masang dari P2TL PLN”
Saat dikonfirmasi, Candra selaku penanggung jawab izin dan operasional, mengaku tanpa dosa kalau soal listrik sudah ada “perjanjian”.
Bahkan ia mengaku yang memasang langsung adalah oknum bernama Rudiansyah dari pihak P2TL PLN.
“Iya Pak, yang masang langsung dari P2TL-nya. Nanti saya kirim print-out anggarannya,” ujarnya.
TAPI FAKTA BERBICARA LAIN!
Hingga saat ini tidak ada bukti izin resmi dari PLN Pusat, tidak ada segel, dan tidak ada alat ukur yang sah. Ini murni pencurian!
⚠️ BERANI MENYUAP! Di Tengah Obrolan, Candra Minta Nomor Rekening!
Yang paling mencolok dan membuktikan niat buruk mereka, di tengah-tengah pembicaraan, Candra dengan santai dan bahasa halus meminta nomor rekening awak media!
Itu bukan basa-basi, itu adalah UPAYA MENYOGOK!
Mencoba membeli kebenaran dan menutup mulut wartawan agar kasus ini tidak terungkap! Tentu saja tawaran kotor itu DITOLAK MENTAH-MENTAH!
BOMBASTIS! RW Bongkar Uang Rp 12 Juta Dibagi ke Pejabat & Aparat
Kebenaran makin terbuka lebar setelah pengakuan mengejutkan dari Ketua RW yang dipercaya memegang kendali.
Dengan lugas ia mengaku menerima dana Rp 12 Juta yang DIBAGI-BAGIKAN KE SELURUH PIHAK!
“Sudah saya bagiin mulai dari Kades PLT, Camat, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, POLSEK, sampai Ormas, Karang Taruna, dan Pemuda Bola. Semua dapat bagian!” ungkapnya.
TERNYATA BEGINI CARANYA!
Uang Rp 12 Juta itu harga “uang aman” agar pencurian listrik dibiarkan berjalan dan aparat tutup mata!
Kapolsek tajurhalang penuh teka teki.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon terkait dugaan pencurian aliran listrik milik negara berikut tempat hiburan yang tidak jauh dari kantor.
“oh.. Yang itu, saya tahu nanti kita ketemuan saja, saya tahu maksudnya apa. “
Pertanyaannya: Kalau memang sudah tahu, kenapa dibiarkan? Kenapa tidak ditindak sejak awal? Apakah karena sudah “dapat bagian”?
WARGA PROTES! KAPAN HUKUM DITEGAKKAN?
Warga sudah muak! Mereka melihat kejanggalan ini sudah lama dan menuntut tindakan tegas.
“Sudah lama kami lihat kabelnya berantakan. Tolong ditindak sebelum ada korban jiwa atau kebakaran,” ujar warga.
Sampai berita ini turun, pasar malam itu masih beroperasi seenaknya seolah hukum tidak berlaku di sana.
MENDESAK! PIMPINAN PLN DAN KAPOLRES DEPOK SEGERA TURUN TANGAN!
Bongkar jaringan pencurian ini! Usut siapa saja oknum yang menerima uang! Jangan biarkan negara dirampok dan rakyat dirugikan!
BONGKAR! BONGKAR! BONGKAR!
Laporan : Tim Investigasi tv1.co.id
