Bekasi Siapkan Pendataan Ekonomi Terbesar Tahun Ini, 1.100 Petugas Turun ke Lapangan
BEKASI – Setelah mencatat keberhasilan dalam penyelesaian pendataan kependudukan, Kota Bekasi kini bersiap menghadapi agenda statistik berskala besar berikutnya, yakni pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi salah satu upaya strategis untuk memetakan kondisi riil dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah kota.
Pemerintah Kota Bekasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyiapkan sekitar 1.100 petugas yang akan melakukan pendataan secara langsung ke berbagai sektor usaha. Mulai dari pelaku UMKM, toko perdagangan, jasa, hingga kawasan industri dan perusahaan besar akan menjadi bagian dari cakupan sensus.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai ketersediaan data yang akurat merupakan faktor penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah membutuhkan gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Keberhasilan Kota Bekasi dalam menyelesaikan pendataan sensus penduduk sebelumnya juga menjadi modal positif dalam menyukseskan sensus ekonomi tahun ini. Capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dengan petugas pendataan.
Dalam pelaksanaan sensus ekonomi, petugas akan melakukan pencatatan berbagai informasi yang berkaitan dengan aktivitas usaha, perkembangan sektor ekonomi, serta potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Data tersebut nantinya menjadi salah satu rujukan penting dalam menyusun program pembangunan, pemberdayaan usaha, hingga kebijakan investasi.
Pemerintah daerah juga meminta dukungan seluruh perangkat wilayah agar proses pendataan berjalan efektif. Peran camat, lurah, RT, dan RW dinilai sangat penting untuk membantu memperlancar komunikasi antara petugas dan masyarakat.
Selain itu, warga dan pelaku usaha diminta tidak ragu memberikan informasi yang diperlukan kepada petugas resmi yang bertugas. Pemerintah memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan digunakan untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan, bukan untuk kepentingan lain di luar ketentuan yang berlaku.
Dengan dimulainya persiapan sensus ekonomi ini, Kota Bekasi berharap mampu memperoleh potret yang lebih akurat mengenai kekuatan dan tantangan ekonomi daerah. Hasil pendataan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing ekonomi kota di masa mendatang.
(Romo Kefas)


