SP1MD GGP JAWA BARAT 2026: JAWA BARAT TUNJUKKAN KEDEWASAAN ORGANISASI, DUKUNGAN MENGALIR UNTUK KELANJUTAN VISI PELAYANAN
Cimahi, 20 Juni 2026 – Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi gereja pada era yang terus berubah, keluarga besar Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Jawa Barat menunjukkan sebuah contoh penting tentang bagaimana organisasi gerejawi dapat berjalan dengan sehat, terbuka, dan tetap fokus pada tujuan utamanya: memperluas pelayanan dan memenangkan jiwa.
Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Sidang Pelengkap I Majelis Daerah (SP1MD) GGP Jawa Barat 2026 yang berlangsung di GGP One Gospel Cimahi. Persidangan yang dihadiri oleh unsur Majelis Daerah, Majelis Wilayah 1 hingga 13, serta para gembala jemaat ini berlangsung dalam suasana yang penuh persaudaraan namun tetap produktif dalam menghasilkan berbagai keputusan strategis.
Bukan sekadar forum tahunan, SP1MD kali ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pelayanan, mengukur capaian yang telah diraih, sekaligus merumuskan langkah yang harus ditempuh untuk menghadapi masa depan.
Evaluasi yang Menghasilkan Kepercayaan
Salah satu agenda utama persidangan adalah penyampaian Laporan Umum Ketua Majelis Daerah Jawa Barat, Pdt. Semuel Benaja, ST., MPd.
Di hadapan peserta sidang, berbagai perkembangan pelayanan dipaparkan secara terbuka. Mulai dari pelaksanaan program kerja, penguatan pelayanan wilayah, pembinaan para gembala, hingga perkembangan jaringan pelayanan di berbagai daerah Jawa Barat.
Suasana persidangan berlangsung dinamis. Peserta diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap laporan yang disampaikan.
Namun yang menarik, setelah seluruh pembahasan selesai dilakukan, forum justru menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kepemimpinan yang berjalan selama ini.
Secara bulat, peserta sidang menerima laporan Ketua MADA Jawa Barat tanpa catatan dan tanpa koreksi.
Keputusan tersebut menjadi gambaran bahwa para peserta menilai arah pelayanan yang dibangun selama ini telah berjalan sesuai dengan harapan bersama.
Kepedulian kepada Gembala Menjadi Prioritas
Persidangan juga menegaskan kembali bahwa pelayanan gereja tidak hanya berbicara mengenai program dan target pertumbuhan.
Pdp. Happy David Arifin, Bendahara MADA Jawa Barat, menjelaskan bahwa perhatian terhadap para gembala tetap menjadi salah satu prioritas utama organisasi.
Menurutnya, banyak pelayan Tuhan yang menghadapi tantangan pelayanan maupun kebutuhan hidup yang tidak ringan. Karena itu, organisasi harus hadir memberikan dukungan yang nyata.
“Sebagian besar perhatian kami diarahkan untuk membantu para gembala yang sedang bergumul. Kami ingin para hamba Tuhan tetap kuat dalam melayani karena mereka tahu bahwa organisasi berdiri bersama mereka,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari peserta sidang yang menilai bahwa pelayanan yang sehat harus dimulai dari kepedulian terhadap para pelayan Tuhan itu sendiri.
Menatap Masa Depan dengan Strategi Baru
Dalam sesi pembahasan organisasi, Kasnadi Margaka dari Tim Ekonomi dan Kemitraan GGP mengingatkan pentingnya pembaruan strategi pelayanan.
Menurutnya, visi organisasi tetap harus dijaga, tetapi cara mencapainya harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman.
“Kita harus menjaga kekompakan dan integritas. Visi Threefold tetap menjadi arah pelayanan kita. Namun strategi pelaksanaannya harus terus dimutakhirkan agar pelayanan semakin efektif dan menjangkau lebih banyak orang,” jelasnya.
Pandangan tersebut mendapat dukungan luas dari peserta yang melihat bahwa gereja perlu terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas rohaninya.
Dari Forum Daerah Muncul Dukungan untuk Kepemimpinan Nasional
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian peserta adalah pembahasan mengenai bakal calon Ketua Umum GGP periode 2026–2031.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh Majelis Wilayah diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait sosok yang dianggap layak melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Diskusi berlangsung dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Tidak ada kampanye, tidak ada manuver politik organisasi, yang ada hanyalah penyampaian pandangan berdasarkan pengalaman pelayanan yang telah dirasakan selama ini.
Dari berbagai pandangan yang muncul, nama Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. memperoleh dukungan yang menguat dari berbagai wilayah.
Rekam Jejak yang Menjadi Pertimbangan
Bagi banyak peserta, dukungan terhadap Pdt. Dicky lahir dari perjalanan pelayanan yang telah teruji.
Ketika memimpin Majelis Daerah Jawa Barat selama dua periode, ia ikut mengawal pertumbuhan jumlah jemaat dari sekitar 35 jemaat menjadi 92 jemaat dalam kurun waktu empat tahun.
Namun yang lebih sering disebut oleh para peserta bukanlah angka tersebut.
Mereka lebih menyoroti gaya kepemimpinan yang membumi dan dekat dengan para gembala. Pdt. Dicky dikenal aktif melakukan kunjungan pelayanan ke berbagai daerah, hadir dalam kegiatan-kegiatan wilayah, mendukung gereja-gereja yang sedang berkembang, serta memberi perhatian kepada para pelayan Tuhan yang menghadapi tantangan pelayanan.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua Umum GGP periode 2021–2026, penguatan pelayanan daerah, pembinaan generasi muda, dan pengembangan visi Threefold terus menjadi fokus yang dijalankan secara konsisten.
Bagi banyak peserta sidang, hal tersebut menjadi alasan kuat mengapa namanya kembali mendapatkan kepercayaan.
Akhirnya, melalui proses musyawarah yang berlangsung dalam semangat persatuan, SP1MD GGP Jawa Barat secara bulat mengusulkan Pdt. Dicky Suwarta, M.Th. sebagai Bakal Calon Ketua Umum GGP Periode 2026–2031.
Saat diminta memberikan tanggapan, Pdt. Dicky tidak menyampaikan pidato panjang.
Dengan tenang, ia hanya menjawab:
“SIAP.”
Satu kata yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sidang.
Menjaga Api Pelayanan Tetap Menyala
Lebih dari sekadar menghasilkan keputusan organisasi, SP1MD Jawa Barat 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah forum dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan visi bersama.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan pelayanan yang semakin kompleks, para pemimpin dan gembala GGP Jawa Barat menunjukkan bahwa kekuatan terbesar gereja bukan hanya terletak pada program atau struktur organisasi, tetapi pada kesatuan hati untuk terus melayani.
Dari One Gospel Cimahi, lahir sebuah pesan yang kuat: pelayanan harus terus bertumbuh, para gembala harus terus diperhatikan, dan kepemimpinan masa depan harus dipersiapkan sejak hari ini.
Laporan: Tim Media PEWARNA Indonesia Jawa Barat
Editor: Kefas Hervin Devananda, S.H., S.Th., M.Pd.K.
Cimahi, 20 Juni 2026


