Jakarta — Pemerintah terus mempercepat penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 guna menciptakan kemudahan berusaha. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa sistem konversi otomatis kini diterapkan untuk menyederhanakan proses penyesuaian bagi pelaku usaha.
Ia menjelaskan, pelaku usaha yang hanya melakukan perubahan kode KBLI tanpa mengubah jenis kegiatan usaha tidak perlu melalui proses administrasi yang panjang. Penyesuaian dapat dilakukan secara otomatis melalui sistem yang telah terintegrasi.
“Jika hanya perubahan kode, sistem akan langsung menyesuaikan tanpa prosedur tambahan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, pemerintah menerapkan dua skema utama. Pertama, konversi otomatis bagi perubahan administratif. Kedua, penyesuaian manual bagi pelaku usaha yang melakukan perubahan atau pengembangan kegiatan usaha.
Untuk penyesuaian manual, pelaku usaha tetap diwajibkan mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk perubahan akta melalui notaris, guna memastikan aspek legalitas tetap terjaga.
Pemerintah menargetkan seluruh sistem yang berkaitan dengan KBLI 2025 sudah terintegrasi secara menyeluruh paling lambat 18 Juni 2026. Saat ini, proses implementasi hampir rampung dan tinggal menunggu penyelarasan antar lembaga agar sistem perizinan usaha semakin terintegrasi.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan bersama lintas lembaga guna memastikan proses transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menilai pembaruan KBLI merupakan langkah penting untuk menyesuaikan perkembangan ekonomi yang sangat dinamis.
Ia menyebut sejumlah faktor yang mendorong pembaruan tersebut, antara lain munculnya sektor usaha baru, isu lingkungan dan perubahan iklim, transformasi digital, serta perubahan model bisnis.
Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berharap implementasi KBLI 2025 dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mendorong pertumbuhan investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia.
