BOGOR | Tv1.co.id, – Dugaan praktik mafia BBM subsidi jenis solar kembali memanas dan terbongkar di wilayah Bogor Utara. Koalisi Rakyat Sipil (KRS) Bogor mengungkapkan, SPBU Pertamina nomor 34.16821 yang berlokasi di kawasan Kadumangu, diduga kuat menjadi pusat operasi penyaluran solar subsidi yang dialihkan secara ilegal ke sektor industri—jauh dari tujuan semula untuk masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Berdasarkan data dan temuan di lapangan, aktivitas pengisian solar di SPBU ini berlangsung tidak wajar, melanggar prosedur, dan diduga melibatkan oknum pengelola hingga pihak tertentu yang sengaja membiarkan praktik kejam ini terus berlanjut. Solar yang seharusnya menjadi hak warga, justru dikuras habis oleh kendaraan penampung—termasuk truk dengan pelat nomor B 9643 CCH yang tertangkap basah sedang memuat jeriken-jeriken besar berisi solar subsidi, siap diselundupkan ke pabrik-pabrik dengan harga jauh lebih mahal.
Lihat sendiri buktinya! Di bak truk tersebut, terlihat jelas tumpukan wadah berisi cairan solar, bukti nyata bahwa penipuan ini bukan sekadar isu, tapi kenyataan pahit yang merugikan negara dan rakyat. Akibat ulah segelintir orang serakah ini, warga sekitar justru kesulitan mendapatkan pasokan solar, sementara para pengusaha nakal meraup keuntungan berlipat ganda dari uang rakyat.
Koalisi Rakyat Sipil Bogor tidak tinggal diam! Melalui surat pemberitahuan aksi resmi bernomor 04/A/EKS/05/2026 yang ditujukan ke Kapolsek Babakan Madang, mereka menegaskan akan turun ke jalan pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 13.00 WIB tepat di lokasi SPBU Kadumangu. Diperkirakan sebanyak 250 orang massa akan berkumpul untuk menuntut keadilan, bersumpah tidak akan membubarkan diri sampai ada tindakan tegas.
Tuntutan mereka sangat jelas dan keras:
1. Usut tuntas jaringan mafia solar yang bersarang di SPBU Kadumangu sampai ke akar-akarnya!
2. Tangkap dan proses hukum semua pihak—mulai operator, pengelola, hingga oknum yang terlibat atau membiarkan kejahatan ini terjadi!
3. Tutup permanen SPBU ini jika terbukti terus melanggar aturan, jangan biarkan jadi sarang pencurian uang negara!
4. Pastikan solar subsidi kembali ke tangan yang berhak: rakyat kecil, petani, dan nelayan, bukan dijarah untuk keuntungan pribadi!
“Praktik ini sudah berlangsung lama, merugikan rakyat dan negara. Kami tidak akan diam melihat hak kami dirampok. Aksi ini bentuk kontrol sosial, bukti bahwa rakyat Bogor tidak mau lagi ditindas oleh mafia BBM,” tegas Muhammad Ryan, Koordinator Lapangan KRS Bogor, dengan nada berapi-api.
Apakah aparat akan diam saja? Apakah penjarahan BBM subsidi ini akan terus dibiarkan? Atau kali ini keadilan benar-benar ditegakkan? Seluruh mata masyarakat kini tertuju ke SPBU Kadumangu. Rakyat sudah bangkit, tuntutan sudah disampaikan. Saatnya bertindak, atau biarkan Bogor dikuasai mafia selamanya?


